Perkuat Spiritual, Peserta Kemah Bakti MTsN 1 Kulon Progo Tahajud Berjemaah

Kulon Progo (MTsN1KP) – Di tengah suasana dingin dan rintik hujan yang mengguyur Bumi Perkemahan Lembah Pereng, para peserta Kemah Bakti MTsN 1 Kulon Progo menunjukkan keteguhan spiritual yang luar biasa. Pada Kamis (30/4/2026) dini hari, seluruh siswa kelas 7 beserta Dewan Penggalang melaksanakan salat Tahajud berjemaah di bawah tenda utama dengan kondisi seadanya. Bertindak sebagai imam adalah Kakak Pembina, Lukman Muttaqin, S.S., yang memimpin jalannya ibadah dengan khidmat, menciptakan suasana syahdu yang mendalam di tengah alam terbuka.

Kegiatan rohani ini merupakan bagian tak terpisahkan dari rencana kerja madrasah melalui program unggulan BISA MAPAN (Bina Anak Sholeh Pemimpin Masa Depan). Meskipun cuaca kurang bersahabat, semangat para siswa untuk bangun di sepertiga malam tidak surut. Hal ini sejalan dengan visi program BISA MAPAN untuk mencetak calon pemimpin yang memiliki kedekatan spiritual kuat kepada Sang Pencipta. Ibadah ini menjadi sarana refleksi diri dan latihan kepemimpinan spiritual bagi siswa di tengah perjuangan mereka mengikuti rangkaian kegiatan perkemahan yang menantang.

Kepala Madrasah, Munji Jakfar, S.Pd.I., M.Pd.I., memberikan apresiasi mendalam dan menyatakan bahwa momen tersebut adalah ujian nyata bagi karakter dan integritas siswa. “Esensi dari “Bina Anak Sholeh” adalah membentuk ketangguhan mental di mana siswa mampu menjaga ketaatan meskipun dalam kondisi sulit dan terbatas. Melalui pembiasaan ibadah malam ini, madrasah sedang menanamkan fondasi kepemimpinan yang berakhlak mulia agar para siswa tumbuh menjadi pribadi yang pantang menyerah dan religius di masa depan,” kata Kamad.

Rangkaian kegiatan spiritual ini semakin mempertegas komitmen MTsN 1 Kulon Progo dalam mewujudkan Zona Integritas yang berlandaskan nilai-nilai keagamaan. Dengan terlaksananya Tahajud berjemaah ini, para peserta diharapkan membawa pulang semangat kedisiplinan ibadah yang akan terus diterapkan dalam keseharian mereka sebagai calon pemimpin. Kesuksesan momen ini membuktikan bahwa program BISA MAPAN berhasil menyentuh aspek emosional dan spiritual siswa, menjadikan mereka generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kokoh secara iman. (gie)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *