
Kulon Progo (MTsN1KP) – Memasuki tahapan krusial dalam rangkaian Penerimaan Murid Baru Madrasah (PMBM) Gelombang 1 Tahun Ajaran 2026/2027, panitia MTsN 1 Kulon Progo menggelar proses verifikasi dan cek berkas fisik secara luring (offline). Bertempat di ruang pendaftaran utama, tahapan ini mewajibkan seluruh calon wali murid yang telah mendaftar melalui Jalur Prestasi dan Jalur Domisili Radius untuk membawa dokumen asli guna dicocokkan dengan data digital yang telah dimasukkan. Proses pengecekan ini berlangsung ketat namun humanis untuk menjamin validitas dan akurasi data kependidikan serta pendukung lainnya.
Ketua panitia, Marsidi, S.Pd., menjelaskan bahwa verifikasi dokumen secara fisik ini memegang peranan penting dalam tertib administrasi kelembagaan. “Cek berkas secara offline ini dilakukan untuk memastikan validitas dokumen autentik milik calon siswa, mulai dari kartu keluarga untuk pembuktian domisili radius hingga keaslian sertifikat kejuaraan resmi. Kami menerjunkan tim administrasi khusus dari sekretariat TU agar proses penyaringan berkas ini berjalan dengan teliti, tertib, dan selesai tepat waktu sesuai dengan linimasa yang telah disepakati bersama,” urai Marsidi.
Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan (Wakasis), Sutanto, S.Hum., memberikan penekanan dari sudut pandang pemetaan potensi nonakademik siswa yang lolos seleksi berkas. “Tahapan cek berkas secara langsung ini memberikan ruang bagi tim kesiswaan untuk melihat secara saksama rekam jejak prestasi calon anak didik. Keabsahan piagam yang diverifikasi hari ini menjadi modal utama kami dalam menyusun basis data program unggulan BINARA (Bina Talenta Para Juara). Melalui data yang valid ini, kami bisa langsung mengelompokkan siswa ke dalam klaster minat bakat sejak hari pertama mereka resmi diterima di madrasah,” papar Sutanto.
Apresiasi tinggi dan penegasan terhadap asas keterbukaan informasi publik disampaikan oleh Kepala MTsN 1 Kulon Progo, Munji Jakfar, S.Pd.I., M.Pd.I. Pelaksanaan cek berkas offline pada PMBM tahun merupakan wujud nyata akuntabilitas dan transparansi layanan dalam mendukung penuh gerakan Zona Integritas (ZI) madrasah yang bersih dan melayani. Proses ini dilakukan secara objektif tanpa tebang pilih guna melahirkan input calon pemimpin masa depan yang berintegritas tinggi. Langkah ini menjadi gerbang awal yang penting untuk menyongsong visi utama madrasah, yaitu BISA MAPAN (Bina Anak Soleh Pemimpin Masa Depan). (gie)