MTsN 1 Kulon Progo Rutinkan Jadwal Siswa Putra Pimpin Zikir di Masjid Baitut Tarbiyah, Bentuk Karakter Pemimpin

Kulon Progo (MTsN1KP) – MTsN 1 Kulon Progo terus melakukan inovasi dalam memperkuat pembiasaan aspek religiusitas dan mental kepemimpinan para peserta didiknya. Mulai Selasa (19/5/2026), madrasah resmi memberlakukan jadwal giliran bagi seluruh siswa putra untuk memimpin pembacaan zikir berjemaah setiap kali selesai melaksanakan salat wajib. Kegiatan ini dipusatkan di Masjid Baitut Tarbiyah yang menjadi kebanggaan seluruh warga MTsN 1 Kulon Progo. Hal ini guna memastikan setiap siswa putra mendapat kesempatan yang sama dalam mengasah keberanian dan memikul tanggung jawab sebagai pemimpin zikir.

Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan, Sutanto, S.Hum. menyatakan bahwa perumusan jadwal giliran zikir ini merupakan bagian penting dari implementasi rencana kerja program unggulan Bina Anak Saleh Pemimpin Masa Depan (Bisa Mapan). “Karakter kepemimpinan yang kuat tidak dapat tumbuh secara instan. Melainkan harus dibentuk melalui pembiasaan harian yang konsisten di masjid kebanggaan madrasah,” ujarnya.

“Oleh karena itu, melalui program BISA MAPAN ini madrasah ingin melatih para siswa agar tidak hanya menjadi pengikut. Melainkan siap tampil percaya diri menjadi pelopor kegiatan keagamaan. Pembiasaan ini semoga berdampak di Masyarakat di mana mereka tinggal,” imbuh Sutanto.

Langkah inovatif ini mendapat penguatan langsung dari Kepala MTsN 1 Kulon Progo, Munji Jakfar, S.Pd.I., M.Pd.I. “Esensi sejati dari seorang pemimpin masa depan yang saleh adalah mereka yang memiliki akar spiritual kokoh dan mampu mengayomi lingkungannya. Ketika seorang siswa putra berani berdiri di depan untuk memimpin zikir, saat itulah nilai kedisiplinan, tanggung jawab, dan integritas moral sedang diinternalisasikan ke dalam jiwa mereka. Program ini sangat bagus dan kami berharap agar makin ditingkatkan,” ujar Kamad.

Agenda rutin keagamaan ini sekaligus mempertegas komitmen MTsN 1 Kulon Progo dalam membangun ekosistem pendidikan yang berintegritas dan religius di wilayah Kulon Progo. Melalui transparansi pembagian tugas yang adil tanpa diskriminasi, setiap siswa putra mendapatkan hak dan kewajiban yang sama untuk belajar memimpin sejak dini. (dil

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *