Perdalam Deeplearning dan KBC, MTsN 1 Kulon Progo Gelar Workshop

Kulon Progo (MTsN1KP) – Pada Sabtu (13/09/2025) pagi MTsN 1 Kulon Progo menggelar Workshop Deep Learning dan Kurikulum Berbasis Cinta. Kegiatan dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya pendidik dalam menghadapi perubahan zaman. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh tenaga pendidik di aula madrasah. Pada kesempatan ini, madrasah menghadirkan narasumber Dr. Djamilah Bondan Widjajanti, Msi., dosen Prodi Matematika, UNY yang memberikan materi tentang Pembelajaran Mendalam (Deepleraning) serta Septy Andari Putri, S.Pd., M.Pd. yang menyampaikan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). Kehadiran narasumber diharapkan mampu memberi inspirasi dan pemahaman terhadap penerapan deep learning dan KBC dalam pembelajaran.

“Semangat adalah dasar dalam menjalankan pekerjaan kita sebagai seorang guru. Landasan tersebut menjadi pegangan dalam melaksanakan tugas sehari-hari. Tanpa semangat, sehebat apapun metode pembelajaran tidak akan berjalan lancar,” ungkap Djamilah dalam pembukaan materi deep learning.

“Pembelajaran dengan pendekatan Deep Learning adalah pembelajaran yang mendalam dan berkesan. Mengapa kita perlu mengarah ke pembelajaran yang mendalam? Karena dengan cara itu, siswa tidak hanya paham sebuah materi, tetapi juga mampu menyelesaikan masalah, memberi manfaat, memahami kegunaan dari apa yang mereka pelajari, sekaligus memahami konsekuensi bila tidak mempelajarinya. Dengan begitu, mereka tahu bahwa belajar itu bukan sekadar kewajiban, melainkan bekal untuk kehidupan nyata,” tambahnya.

Sementara itu, Septy Andari Putri, S.Pd., M.Pd. menyampaikan alasan dibalik terbentuknya KBC. “KBC merupakan sebuah kurikulum yang menginternalisasi cinta dalam sebuah proses pembelajaran. Tujuan utamanya adalah membentuk insan yang paripurna. Cinta yang dimaksud adalah cinta Allah dan rasul, cinta ilmu, cinta lingkungan, cinta diri sendiri dan sesama manusia serta cinta tanah air,” kata Septy.

“Yang dimaksud insan paripurna yaitu insan yang humanis, nasionalis, naturalis, toleran, dan pebuh cinta. Implementasi KBC dapat diterapkan di kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, ekstrakuruler, dan dalam kegiatan iklim/budaya madrasah,” tambah Septy.

Selain itu, narasumber menambahkan bahwa hadirnya Deep Learning dan KBC sebagai pendekatan baru tidak berarti meniadakan metode lama. Yang lama tetap punya nilai, tetapi Deep Learning muncul sebagai jawaban atas tantangan dan kebutuhan zaman. Ini model pembelajaran yang bagus untuk diterapkan di kelas karena membantu siswa lebih kritis, reflektif, dan memahami manfaat dari setiap materi yang dipelajari.
(gin/ela)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *