Kulon Progo (MTsN1KP) — Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama (Kanemenag) Kabupaten Kulon Progo, Dra. Sulasmi, M.A., didampingi staf memantau pelaksanaan PPDB Tahun Pelajaran 2020/2021. Kebetulan pada saat yang sama sedang dilaksanakan tes penempatan kelas di MTs Negeri 1 Kulon Progo, Kamis, 9 Juli 2020. “Tes ini dilaksanakan dalam rangka penempatan kelas akademik pada tahun pelajaran 2020/2021 untuk kelas VII,” demikian disampaikan Kepala MTsN 1 Kulon Progo, Drs. Legiman,M.S.I., kepada Kasi Dikmad. Tahun ini memang MTsN 1 Kulon Progo rencananya akan menjadi madrasah unggul sehingga perlu menyiapkan kurikulum dan kelas yang akan diunggulkan termasuk kelas akademik ini, lanjut Legiman.

Kasi Dikmad berharap, “Semoga dengan adanya tes ini, semakin menunjukkan eksistensi MTsN 1 Kulon Progo dalam kompetisi di Kulon Progo. Terbukti dengan animo masyarakat dalam pendaftaran PPDB tahun ini.” Kasi Dikmad juga menyampaikan arahan tentang persiapan akreditasi perpustakaan, dan program madrasah unggul tahun ini. Terlebih program tahfiz tetap harus menjadi ruh madrasah dan tetap memegang visi misi madrasah yang ada. Dalam kesempatan terakhir disampaikan Sulasmi, bahwa koordinasi ke dalam harus mantap untuk menjaga kekompakan. Selain itu, prinsip transparansi dan kerja sama dengan semua pihak harus tetap dijaga.

Dalam tes penempatan ini semua siswa baru diwajibkan mengikuti tes. Soal berupa soal standar ujian akhir SD, yang terdiri dari mata pelajaran Bahasa Indonesia, IPA, dan Matematika dengan komposisi soal 20, 15, dan 15. Soal juga dilengkapi dengan soal psikotes sejumlah 25 soal. “Dari hasil ini nanti akan diambil 32 siswa terbesar sehingga mereka akan masuk kelas unggulan,” papar Marsidi, S.Pd., selaku ketua panitia PPDB tahun ini. Lebih lanjut ditambahkan, setelah tes selesai, diadakan tes baca Al Quran. Tes ini hanya sebagai pemetaan kelas dan penanganan siswa lebih lanjut bagi yang belum lanvar membaca Al-Qur’an

Pelaksanaan tes penempatan ini juga tetap memperhatikan SOP Protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Salah satunya adalah dengan melaksanakan tes ini dalam dua gelombang sehingga tidak terjadi penumpukan massa yang terlalu banyak. Dalam satu ruang hanya diisi oleh maksimal 16 siswa dan 2 guru pengawas/penguji. Pada gelombang I peserta ujian sebanyak 88 siswa dan gelombang II 72 siswa. “Tercatat peserta gelombang I masuk semua dan 3 siswa gelombang II tidak dapat mengikuti tes dengan izin. Siswa yang tidak mengikuti ini secara otomatis masuk ke kelas reguler,” jelas Marsidi. “Semoga ke depan MTs semakin bagus, sehingga dapat bersaing dengan SMP lain di wilayah Wates,” harap salah satu orang tua siswa yang menunggui anaknya mengikuti tes ini. (smd)

 

 

 

Kulon Progo (MTsN1KP) – Sebanyak empat CPNS MTsN 1 Kulon Progo yakni Lukman Muttaqin, S.S., Estri Ritah Indriwati, S. Pd. I., Fitri Astuti, S. Pd., dan Aprilia Ningsih, S.Pd. mengikuti prosesi sumpah/janji PNS pada Rabu (17/6/2020) pagi di aula MTs N 1 Kulon Progo. Pengambilan sumpah  di MTs N 1 Kulon Progo dilakukan melalui aplikasi zoom meeting dan disaksikan oleh dua orang saksi, Kepala Madrasah Drs. Legiman, M.S.I dan Kepala Tata Usaha Sugeng Riyanto, S. Sos

Pada tahun 2020 ini, Kanwil Kementerian Agama DIY mengambil sumpah 302 CPNS angkatan 2018 yang terdiri dari 2 orang dari Kanwil Kemenag DIY, 73 orang dari Kemenag Kabupaten Bantul, 58 orang dari Kemenag Kabupaten Gunungkidul, 30 orang dari Kemenag Kota Yogyakarta , 41 orang dari Kemenag Kabupaten Kulon Progo, dan 98 orang dari Kemenag Kabupaten Sleman. Pembacaan sumpah dipandu oleh Kepala Kanwil Kementerian Agama DIY Drs. H. Edhi Gunawan, M. Pd. I dan diikuti oleh seluruh peserta baik secara langsung maupun melalui aplikasi virtual zoom di satuan kerja masing-masing. Selanjutnya, dalam sambutannya, Kakanwil menyampaikan selamat kepada para PNS terlantik dan berpesan agar mereka dapat melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya dan tidak lupa untuk selalu menerapkan lima budaya kerja Kementerian Agama Republik Indonesia. 

Pengambilan sumpah jabatan tahun ini memang terasa berbeda dan akan sangat berkesan bagi para PNS terlantik. Bagaimana tidak? Acara ini dilakukan di tengah pandemi Covid-19 yang kian hari semakin luas penyebarannya. But show must go on, dengan persiapan yang benar-benar matang dan koordinasi yang dilakukan kepada masing-masing satker acara berjalan dengan lancar dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Salah satunya dengan melakukan geladi bersih dan penataan ruangan sehari sebelum hari pelantikan. Acara tetap memperhatikan protokol kesehatan dengan menjaga jarak/ social distancing dan menggunakan masker. Terakhir, selamat menjalankan tugas dan memajukan bangsa yang lebih baik untuk para abdi negara. Tetap sehat dan semangat. #LawanCovid-19. (fit/smd)

 

Kulon Progo (MTsN 1 KP) – Penilaian Akhir Tahun (PAT) akan segera dilaksanakan di Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 (Madtsanesa) Kulon Progo yaitu dimulai Senin (8/6) dan akan berakhir Selasa (16/6). Tahun ini merupakan pelaksanaan PAT yang pertama kali dengan sistem daring atau dalam jaringan (online). Hal ini karena siswa masih dalam program belajar jarak jauh untuk mencegah penyebaran Covid-19 sesuai dengan keputusan pemerintah pusat dan daerah. Madrasah memutuskan untuk menggunakan fasilitas CBT (computer based test) yang berbasis e-learning madrasah.

“Dalam rangka menyukseskan PAT berbasis e-learning ini, kami memberikan bantuan kuota bagi siswa kurang mampu agar mereka dapat melaksanakan PAT tanpa dibebani pembelian kuota,” jelas Drs. Legiman, M.S.I., selaku Kepala MTsN 1 Kulon Progo. Bantuan/subsidi kuota ini diberikan bagi siswa kurang mampu berdasarkan data dari Guru BK. Terdapat 75 siswa kelas VII dan VIII yang akan mendapatkan subsidi kuota ini. “Mereka terdiri atas 37 siswa kelas VII dan 38 siswa kelas VIII,” papar Binti Muawanah selaku Guru BK.

Pemberian subsidi kuota ini diambilakn dari dana BOS. “Namun memang belum bisa mengakomodasi semua siswa karena keterbatasan dana BOS yang ada. Paling tidak subsidi ini akan membantu siswa kurang mampu dalam melaksanakan PAT ini,” tandas Kepala Madtsanesa. (smd)

 

 

Kulon Progo (MTsN 1 KP) – Penilaian Akhir Tahun (PAT) di Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Kulon Progo dilaksanakan sejak Senin kemarin (8/6) hingga Selasa (16/6). Tahun ini merupakan pelaksanaan PAT yang pertama kali dengan sistem daring atau dalam jaringan (online). Hal ini dikarenakan siswa masih dalam program belajar jarak jauh untuk mencegah penyebaran Covid-19 sesuai dengan keputusan pemerintah pusat dan daerah. Madrasah memutuskan untuk menggunakan fasilitas CBT (computer based test) yaitu dengan aplikasi e-learning madrasah.

Penggunaan aplikasi baru tentu membutuhkan banyak persiapan. Guru harus memastikan bahwa soal yang diberikan dapat dikerjakan oleh siswa. Sementara siswa, tidak hanya menyiapkan materi ujian, kuota internet, tetapi juga mempelajari dan memahami menu-menu yang terdapat dalam aplikasi  aplikasi e-learning madrasah.

“Diharapkan pelaksanaan PAT berbasis e-learning madrasah ini dapat berjalan lancar, karena guru-guru sudah mulai mengenalkan dan menggunakan aplikasi ini sejak pembelajaran jarak jauh dilaksanakan. Program ini sudah digunakan oleh para guru sejak bulan April kemarin,” papar Drs. Legiman, M.S.I. selaku Kepala MTsN1KP.

Masalah terbesar yang dirasakan oleh guru dan siswa adalah ketergantungan pada jaringan internet. Bagi siswa yang berada di daerah yang sulit terjangkau internet tentu sangat mengganggu kelancaran PAT. Selain itu belum terbiasanya dengan aplikasi yang dipakai menyebabkan beberapa siswa mengalami kesulitan pada saat login maupun saat mengerjakan soal ujian.

“Madrasah akan tetap memberi fasilitas kepada siswa yang sama sekali tidak bisa akses internet. Mereka kami kumpulkan dan mengerjakan PAT di madrasah dengan fasilitas komputer yang dimiliki oleh madrasah dan mereka mengerjakannya di laboratorium komputer,” kata Jumari, S.Pd. selaku ketua panitia ketika menanggapi hal tersebut. “Jika terpaksa sekali ada anak yang tidak bisa akses internet atau sudah tertinggal, mereka tetap mengikuti ujian dengan berbasis kertas, seperti yang kita lakukan selama ini,” ujarnya.

Dilaporkan Jumari, bahwa sejak hari pertama, Senin, hanya dua siswa saja yang menggunakan fasilitas lab. Komputer madrasah. “Dan sampai hari ketiga hanya satu siswa saja,” jelas Guru IPA ini.

Guru-guru madrasah,   berharap semua siswa dapat mengikuti PAT sesuai dengan jadwal yang sudah ditetapkan oleh panitia. “Meskipun dikerjakan dengan jarak jauh, semoga anak-anak mengerjakan PAT dengan jujur, semangat, percaya diri, dan yang paling penting adalah mereka mengerjakannya dalam keadaan sehat,” ujar Sukowidayati, salah satu guru MTsN 1 KP. “Ini akan menjadi pengalaman yang berharga buat mereka, karena baru pertama kali mereka ujian dengan cara seperti ini, dan mereka jadi belajar tentang teknologi juga” tambahnya. (ela/smd)

 

Kulon Progo (MTsN 1 KP)- Di awal new normal pandemi Covid-19, MTs Negeri 1 Kulon Progo laksanakan sosialisasi KMA Nomor 184 Tahun 2019 tentang Implementasi Kurikulum pada Madrasah, Senin (8/6). Sosialisasi disampaikan oleh Anita Isdarmini, S.Pd., M.Hum. selaku Kepala Seksi Kurikulum dan Kesiswaan Kanwil Kemenag DIY. Sosialisasi ini diikuti oleh Kepala Madrasah, guru, pegawai, dan didampingi oleh Pengawas Madrasah.

 

Dalam paparannya, Anita menyampaikan bahwa KMA ini menjadi dasar bagi madrasah untuk mengimplementasikan kurikulum di  madrasah. Ruang lingkup keputusan itu mencakup Struktur Kurikulum, Pengembangan Implementasi Kurikulum, Ekstrakurikuler, Pembelajaran di Madrasah, dan Penilaian Hasil Belajar. Menanggapi tentang madrasah unggul, Anita menambahkan  bahwa “Menjadi madrasah unggul bukan berdasarkan tunjukan dari kanwil tetapi berdasar kesiapan madrasah itu sendiri. Jika madrasah siap, kami siap mengawal hingga benar-benar berhasil,” papar Mantan Kepala MAN 2 Kulon Progo ini. “Madrasah harus siap dengan segala perubahan yang terjadi. Yang paling berperan adalah para guru. Guru harus memunyai visi yang sama. Jangan sampai ada gap di antara para guru, sehingga tujuan menjadi terhambat ,” lanjutnya. Dalam tahap persiapan, semua stake holder harus dapat menggali kunggulan madrasah sehingga nantinya akan menjadi program di madrasah ini.

Di akhir paparan, Anita menyampaikan bahwa dia siap untuk membantu dan mengawal perencanaan madrasah ini. Hanya saja harus ada komitmen bersama sehinggan menjadi kekuatan bersama untuk bisa saling membahu agar madrasah semakin maju dan bermartabat, unggul dalam pekerti dan akademik. Penyelenggaraan kegiatan ini tetap menerapkan protokol kesehatan cegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak, menggunakan masker, mencuci tangan dnegan sabun dan atau hansdanityzer. Tetap sehat dan semangat. #LawanCovid-19. (ela/smd)

 

Kulon Progo (MTsN 1 KP) – Di awal new normal pandemi Covid-19, MTs Negeri 1 Kulon Progo mendapatkan kunjungan dalam rangka pembinaan oleh Kepala Seksi (Kasi) Pendidikan Madrasah (Dikmad) Kabupaten Kulon Progo, Dra. Sulasmi, M.A.. Pembinaan dilaksanakan setelah sosialisasi KMA Nomor 184 Tahun 2019 tentang Implementasi Kurikulum pada Madrasah, Senin (8/6). Sosialisasi disampaikan oleh Anita Isdarmini, S.Pd., M.Hum. Selaku Kepala Seksi Kurikulum dan Kesiswaan Kanwil Kemenag DIY. Sosialisasi ini diikuti oleh Kepala Madrasah, guru, pegawai, dan didampingi oleh Pengawas Madrasah.

 

Dalam pembinaan ini, Sulasmi menegaskan bahwa ASN madrasah harus memiliki komitmen yang kuat dalam rangka membangun madrasah. “Tinggalkan semua atribut yang menempel di bahu kita saat kita menjadi ASN,” tegasnya. Diharapkan dengan memiliki komitmen yang kuat dari para guru dan karyawan, madrasah akan memiliki kesatuan langkah sehingga mewujudkan madrasah yang unggul akan segera terlaksana.

Selain hal di atas, Sulasmi juga menyampaikan terkait Work from Office (WFO) dan Work from Home (WFH). Segala konsekwensi dari new normal  harus dipatuhi ASN, mislanya terkait share loc dan absen di ropeg. Semua warga madrasah harus mematuhi protokol kesehatan. Madrasah yang sudah siap dapat memasukkan siswa, tetapi harus dengan penilaian kelayakan dari pengawas. “Semua dilaksanakan secara pelan-pelan, baik WFO maupun WFH dengan meemperhatikan protocol kesehatan dan memprhitungkan rekomendari atas kelayakan dari pihak pengawas. Penyelenggaraan kegiatan ini tetap menerapkan protokol kesehatan cegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak, menggunakan masker, mencuci tangan dnegan sabun dan atau hansdanityzer. Tetap sehat dan semangat. #LawanCovid-19. (smd)

Kulon Progo (MTsN1KP) – Disampaikan oleh Wakil Kepala Urusan Kurikulum, Hudayawan Arif bahwa file kelulusan siswa berupa surat Keterangan Lulus disampaikan kepada wali kelas berupa file pdf by name , Pukul 08.00 yang nantinya akan dikirimkan ke Wali/Orangtua siswa  pada pukul 10.00. serentak wali kelas akan mengirimkannya sekitar waktu tersebut via whatApp langsung pada orang tua/wali siswa. “Hal tersebut untuk mengurangi berkerumunnya orang tua/wali siswa di madrasah,” lanjut Hudayawan Arif.

Sementara, pengambilan berkas-berkas akan dilaksanakan Senin, 8 Juni 2020 dengan pembagian per kelas sesuai jadwal yang ditentukan. “Perlu juga diperhatikan protokol pencegahan Covid-19, misalnya dengan memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan sebelum berkontak dengan petugas pengambilan berkas.

Alhamdulillah, dari sejumlah 153 siswa terdiri atas siswa putra 68 dan siswa putri 85 dinyatakan lulus 100% untuk tahun Pelajaran 2019/2020,” tegas Kepala MTs Negeri 1 Kulon Progo, Drs. Legiman, M.S.I.. Lebih lanjut pengumuman ini dapat diakses di web madrasah di http://mtsn1kulonprogo.sch.id . Segenap guru mengucapkan selamat kepada para siswa MTs Negeri 1 Kulon Progo Tahun Pelajaran 2019/2020. “Generasi yang lulus tahun ini adalah generasi tangguh. Di tengah badai Covid-19, mereka tetap semnagat belajar, tak kendur semangat sampai ujian madrasah selesai. Selamat melanjutkan pendidikan bagi Lulusan Corona Matsanesa,” demikian disampaikan Siti Mulbisah Dallailati, salah satu guru MTs Negeri 1 Kulon Progo. Tetap sehat dan semangat #LawanCovid-19.(smd)

Kulon Progo (MTsN 1 Kulon Progo) – Momen kelulusan tahun pelajaran 2019/2020 ini memang berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Pandemi COVID-19 nyatanya berdampak pada berbagai sektor kehidupan tak terkecuali di bidang pendidikan. Berbeda dengan tahun sebelumnya, untuk meminimalisasi penyebaran COVID-19 dan melaksanakan tugas kedinasan dirumah/tempat tinggal (work frome home), maka sidang kelulusan kelas IX pada tahun ini dilaksanakan secara online melalui aplikasi zoom meeting yang berlangsung dari pukul 10.00 hingga pukul 11.20 WIB.

 

Sidang kelulusan diikuti oleh segenap guru dan karyawan dan dipimpin oleh Drs. Legiman, M.S.I selaku kepala MTs N 1 Kulon Progo. Mengawali sidang, kepala madrasah membacakan kriteria kelulusan dan menyajikan nilai siswa kelas IX yang terdiri dari 153 siswa secara runtut sehingga peserta sidang dapat turut serta mengamati. Kelulusan siswa ditentukan berdasarkan kriteria tersebut. Secara umum, sidang dapat berjalan lancar tanpa kendala yang berarti.

‘’Hasil sidang kelulusan akan disampaikan serentak kepada orang tua/siswa melalui aplikasi whatsapp dan web madrasah di https://mtsn1kulonprogo.sch.id pada 5 Juni 2020 sesuai kalender dan semoga tidak ada perubahan dari kantor wilayah Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta. Demikian sidang kelulusan ini diputuskan, semoga menjadi manfaat dan barakah’’, pungkas kepala madrasah mengakhiri sidang. (Apr)

 

Kulon Progo (MTsN 1 Kulon Progo) – Ujian madrasah (Umad) sebagai bentuk penilaian akhir bagi siswa selama menempuh pendidikan di madrasah pada tahun ini pelaksanaannya berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Hal ini karena kita tengah dilanda bencana wabah pandemi covid-19 . Mau tak mau sejak akhir Maret 2020 pembelajaran tidak dapat dilakukan secara tatap muka di kelas. Hal ini pun berlaku untuk ujian madrasah siswa kelas IX MTsN 1 Kulon Progo tahun ini.

Terkait ujian madrasah untuk kelulusan, Kepala MTsN 1 Kulon Progo, Drs. Legiman, M.S.I mengatakan akan tetap melaksanakan ujian madrasah dengan berpedoman pada SK Dirjen Nomor 247 Tahun 2020 tentang POS Ujian Madrasah bahwa ujian madrasah pada masa darurat covid-19 untuk tes yang mengumpulkan siswa tidak boleh dilakukan. Sehubungan dengan hal tersebut, MTsN 1 Kulon Progo mengambil langkah untuk melaksanakan ujian madrasah secara daring melalui aplikasi e-learning madrasah yang telah diluncurkan beberapa waktu yang lalu.  

“Kita mengambil kebijakan ujian madrasah tetap dilakukan dengan memanfaatkan e-learning madrasah. Namun, tidak semua mata pelajaran (mapel) akan kita ujikan. Hanya 4 mapel saja, yakni Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris, dan IPA. Kita mengambil langkah ini sebagai bentuk antisipasi penyebaran virus covid-19. Kita berani mengambil langkah ini karena melihat siswa sebagian besar sudah berhasil melakukan pembelajaran daring di e-learning, “tutur Legiman.

Ujian madrasah pun telah dilaksanakan sejak Senin (4/05/2020) dan berakhir Jumat (8/05/2020). Ujian madrasah ini dapat dikatakan berhasil. Sebanyak 99% siswa, tepatnya 151 dari 153 siswa dapat menempuh ujian melalui e-learning madrasah. Sisanya sebanyak 2 siswa diberikan soal dalam bentuk file karena kondisi tertentu. Jadi, 100% siswa kelas IX MTsN 1 Kulon Progo telah selesai mengerjakan ujian madrasah di tengah pandemi covid-19 ini.

Waka Kurikulum MTsN 1 Kulon Progo, Drs. Hudayawan Arif  menyampaikan rasa syukurnya karena ujian madarasah telah berhasil dilaksanakan dan hasilnya pun cukup memuaskan.

“Alhamdulillah, walaupun situasi sulit saat ini, siswa tetap semangat mengerjakan soal ujian. Aplikasi e-learning madrasah ini memang sangat cocok digunakan dalam situasi saat ini. Semoga ke depannya dapat kami gunakan juga untuk penilaian akhir tahun bagi siswa kelas VII dan VIII yang insyaAllah akan dilaksanakan awal Juni besok. Namun, kita tetap berdoa semoga pandemi ini cepat berakhir dan pembelajaran dan penilaian dapat dilakukan seperti dulu lagi, “ pungkas Arif. (sep)

 

Kulon Progo (MTsN 1 Kulon Progo)  – Saat ini seluruh dunia sedang menghadapi situasi yang mencekam karena kemunculan virus corona yang menyebabkan ketakutan tersendiri bagi masing-masing orang. Adanya virus corona ini mau tak mau juga berdampak pada sistem pendidikan di Indonesia. Untuk menghambat penyebaran virus, sekolah dan madrasah merumahkan seluruh guru dan peserta didik dalam jangka waktu tertentu. Hal ini mengakibatkan pembelajaran dilakukan secara online karena tidak mungkin lagi dilakukan tatap muka di kelas.

Demikian juga kegiatan belajar mengajar di MTsN 1 Kulon Progo tak lagi dilakukan di madrasah dan beralih menjadi pembelajaran jarak jauh. Banyak cara dilakukan guru-guru MTsN 1 Kulon Progo untuk memberikan pembelajaran jarak jauh ini, misalnya melalui grup-grup di whatsapp, memanfaatkan aplikasi-aplikasi pembelajaran yang sudah ada, ataupun cara-cara lainnya.

Menghadapi situasi ini, pada Kamis (9/04/2020), tim IT MTsN 1 Kulon Progo akhirnya meluncurkan aplikasi e-learning madrasah. Seluruh guru MTsN 1 Kulon Progo menyambut dengan antusias peluncuran aplikasi ini. Peluncuran e-learning madrasah ini memang sudah ditunggu-tunggu karena beberapa waktu sebelumnya, sebagian besar guru MTsN 1 Kulon Progo telah mengikuti pelatihan secara online bagaimana menggunakan e-learning madrasah. Jadi, sesaat setelah diluncurkan dan diumumkan oleh kepala madrasah, guru-guru langsung mencoba login dan sebagian besar berhasil tanpa hambatan yang berarti.

 

Dalam sambutannya di grup whatsapp madrasah, Kepala MTsN 1 Kulon Progo, Drs. Legiman, M.S.I menyampaikan kebanggaan atas selesainya pembuatan e-learning madrasah dan berharap  dapat menjadi salah satu cara pembelajaran jarak jauh yang lebih efektif.

 “Dengan e-learning MTsN 1 Kulon Progo ini saya berharap dapat dipergunakan oleh guru dan siswa untuk menunjang proses pembelajaran yang lebih terstruktur, menarik, dan interaktif terutama pada situasi sekarang yang mengharuskan kita memberikan pembelajaran jarak jauh kepada anak-anak didik kita, “ jelas Legiman.

Berbagai macam fitur menarik ada di e-learning ini, salah satunya adalah fitur kelas online. Dalam kelas online, siswa dan guru akan memiliki akun sendiri untuk dapat masuk dan mengakses aplikasi e-learning madrasah. Persiapan pembelajaran, pembelajaran, penilaian, dan pengolahan nilai dapat dilaksanakan dengan berbasis Computer Based Training (CBT).

Namun, tak dapat dipungkiri, e-learning madrasah ini tentu masih ada kekurangan dan dalam penggunaanya pun masih membuat sebagian guru kebingungan.  Waka Kurikulum MTsN 1 Kulon Progo, Drs. Hudayawan Arif menyampaikan bahwa di samping memperoleh pelatihan secara online bagaimana menggunakan aplikasi e-learning ini, memang seharusnya diadakan pelatihan secara tatap muka agar lebih mudah dipahami guru.

“Kalau situasi sudah memungkinkan, kita akan mengadakan pelatihan secara tatap muka bagaimana menggunakan e-learning madrasah ini. Kita berdoa semoga situasi sulit ini tidak berlangsung lama dan virus corona segera sirna sehingga kita dapat melakukan kegiatan belajar mengajar lagi secara normal, “ urai Arif menjawab kebingungan guru. (sep)