Kulon Progo (MTsN 1 KP) – Penilaian Akhir Tahun (PAT) di Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Kulon Progo dilaksanakan sejak Senin kemarin (8/6) hingga Selasa (16/6). Tahun ini merupakan pelaksanaan PAT yang pertama kali dengan sistem daring atau dalam jaringan (online). Hal ini dikarenakan siswa masih dalam program belajar jarak jauh untuk mencegah penyebaran Covid-19 sesuai dengan keputusan pemerintah pusat dan daerah. Madrasah memutuskan untuk menggunakan fasilitas CBT (computer based test) yaitu dengan aplikasi e-learning madrasah.

Penggunaan aplikasi baru tentu membutuhkan banyak persiapan. Guru harus memastikan bahwa soal yang diberikan dapat dikerjakan oleh siswa. Sementara siswa, tidak hanya menyiapkan materi ujian, kuota internet, tetapi juga mempelajari dan memahami menu-menu yang terdapat dalam aplikasi  aplikasi e-learning madrasah.

“Diharapkan pelaksanaan PAT berbasis e-learning madrasah ini dapat berjalan lancar, karena guru-guru sudah mulai mengenalkan dan menggunakan aplikasi ini sejak pembelajaran jarak jauh dilaksanakan. Program ini sudah digunakan oleh para guru sejak bulan April kemarin,” papar Drs. Legiman, M.S.I. selaku Kepala MTsN1KP.

Masalah terbesar yang dirasakan oleh guru dan siswa adalah ketergantungan pada jaringan internet. Bagi siswa yang berada di daerah yang sulit terjangkau internet tentu sangat mengganggu kelancaran PAT. Selain itu belum terbiasanya dengan aplikasi yang dipakai menyebabkan beberapa siswa mengalami kesulitan pada saat login maupun saat mengerjakan soal ujian.

“Madrasah akan tetap memberi fasilitas kepada siswa yang sama sekali tidak bisa akses internet. Mereka kami kumpulkan dan mengerjakan PAT di madrasah dengan fasilitas komputer yang dimiliki oleh madrasah dan mereka mengerjakannya di laboratorium komputer,” kata Jumari, S.Pd. selaku ketua panitia ketika menanggapi hal tersebut. “Jika terpaksa sekali ada anak yang tidak bisa akses internet atau sudah tertinggal, mereka tetap mengikuti ujian dengan berbasis kertas, seperti yang kita lakukan selama ini,” ujarnya.

Dilaporkan Jumari, bahwa sejak hari pertama, Senin, hanya dua siswa saja yang menggunakan fasilitas lab. Komputer madrasah. “Dan sampai hari ketiga hanya satu siswa saja,” jelas Guru IPA ini.

Guru-guru madrasah,   berharap semua siswa dapat mengikuti PAT sesuai dengan jadwal yang sudah ditetapkan oleh panitia. “Meskipun dikerjakan dengan jarak jauh, semoga anak-anak mengerjakan PAT dengan jujur, semangat, percaya diri, dan yang paling penting adalah mereka mengerjakannya dalam keadaan sehat,” ujar Sukowidayati, salah satu guru MTsN 1 KP. “Ini akan menjadi pengalaman yang berharga buat mereka, karena baru pertama kali mereka ujian dengan cara seperti ini, dan mereka jadi belajar tentang teknologi juga” tambahnya. (ela/smd)

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published.